Sabtu, 06 November 2010

Pendekatan Adm Negara

1.    Enam (6) Pendekatan Administrasi Negara menurut C.L. Sharma :
       -    Pendekatan Proses Administrasi disebut juga pendekatan operasional yaitu administrasi sebagai suatu proses kerja dimulai dari analisa logis terhadap aktivitas manusia (administrator) yang kemudian di identifikasi dan di organisasikan serta menetapkan sub-sub proses dari proses administrasi untuk dapat mencapai tujuan organisasi atau usaha baik secara keseluruhan maupun bagian.
                -    Perbedaannya dengan pendekatan administrasi yang lainnya bahwa pada pendekatan ini lebih murni pada pelaksanaan administrasinya (aktivitas) yang dilakukan oleh manusia (administrator) tanpa melihat faktor-faktor pendukung lain.
                -    Contohnya : Pelayanan masyarakat oleh birokrasi pemerintah.

       -    Pendekatan Empiris adalah pendekatan administrasi yang dimulai dari pengalaman-pengalaman administrator terdahulu yang sukses atau suatu pengamatan terhadap praktek-praktek administrasi yang berhasil guna membekali calon administrator mengelola secara efektif kegiatannya dimasa yang akan datang oleh karena itu pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan pengalaman karena keteguhannya memusatkan diri pada studi pengalaman-pengalaman yang dimaksud untuk memahami dan menjelaskan fenomena administrasi.
                -    Perbedaannya dengan pendekatan administrasi yang lainnya bahwa pada pendekatan ini bertumpu pada metode studi kasus dan metode perbandingan kejadian antara yang terdahulu dengan yang terjadi pada saat ini.
                -    Contohnya : Penyelesaian masalah hukum yang terjadi didalam masyarakat.

       -    Pendekatan Perilaku Manusia adalah Pendekatan administrasi yang pada intinya manusia sebagai motor utama proses administrasi atau elemen utama administrasi dengan argumentasi bahwa usaha individu dan kelompok  dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi akan tercapai jika prinsip-prinsip psikologi (ilmu perilaku manusia) diterapkan.
                -    Perbedaannya dengan pendekatan administrasi yang lainnya bahwa pada pendekatan ini perilaku manusia/psikologi merupakan elemen utama administrasi.
                -    Contohnya : Administrasi Psiater (psikologi).

       -    Pendekatan Sistem Sosial adalah bahwa administrasi sebagai suatu sistem sosial yang mana faktor-faktor biologis, fisik dan sosial sangat berpengaruh terhadap manusia dan lingkungan maka hali ini dapat diatasi dengan bekerja sama atau beradministrasi. Sumbangan penting dari pendekatan ini antara lain pengakuan organisasi sebagai organisasi sosial, kesadaran akan dasar-dasar institusional dari otoritas administrasi, peranan organisasi informal dalam perwujudan tujuan organisasi, pemahaman akan perilaku kelompok dalam sistem sosial dan suatu pandangan tentang kewajiban sosial dari administrasi.
                -    Perbedaannya dengan pendekatan administrasi yang lainnya bahwa pada pendekatan ini berusaha untuk mengidentifikasi kelompok sosial, menemukan hubungan kultural dan mengintegrasikannya kedalam sistem sosial.
                -    Contohnya : Administrasi dalam Serikat Pekerja Indonesia

       -    Pendekatan Matematik adalah suatu proses logika maka dapat dinyatakan dalam terminologi simbol-simbol matematika, keinginannya agar fungsi administrasi dapat menetapkan proses dan model-model matematika yang dapat digunakan untuk meramalkan hasil. Manfaat dari pendekatan ini : tuntutan berpikir secara teratur, penentuan masalah secara tepat, kemampuan menangani masalah komplek  dan keberhasilannya untuk mengurangi elemen subjektif dalam/dari administrasi.
                -    Perbedaannya dengan pendekatan administrasi yang lainnya bahwa pada pendekatan ini menggunakan matematika sebagai dasar alat administrasi.
                -    Contohnya : Administrasi pada Labolatorium.

       -    Pendekatan Teori Keputusan memandang pembuatan keputusan sebagai fungsi nyata dari administrasi  yang mana keputusan/desisi adalah metode rasional untuk/ memilih suatu tindakan berdasarkan alternatif-alternatif yang memungkinkan. Pendekatan ini merupakan karateristik administrasi dan fungsi vital dari/dalam setiap organisasi. Pendekatan ini tumbuh dari wilayah ekonomi, mendemontrasikan dampak dari teori-teori ekonomi pada perkembangannya.
                -    Perbedaannya dengan pendekatan administrasi yang lainnya bahwa pada pendekatan ini menekankan faktor-faktor keputusan seperti proses pembuatan keputusan, yang berpengaruh terhadap keputusan dll. sebagai dominan dari pelaksanaan suatu administrasi.
                -    Contohnya : Penggunaan Marginal dan perilaku ekonomi pada administrasi pasar modal.

       
2.    Lima (5) Paradigma menurut Nicholas Henry :
        a.    -    Paradigma Dikhotomi Politik-Administrasi (1900-1926)
                      Tahun 1900 Frank J. Goodnow & Leonard D. White (Politic and administration) menyatakan bahwa administrasi negara seharusnya berpusat pada birokrasi pemerintahan yang mempunyai 2 fungsi yaitu : � fungsi politik yang menyangkut kebijakan negara. ‚ fungsi administrasi menyangkut pelaksanaan kebijakan-kebijakan tersebut. Tahun 1926 Leonard D. White (Introduction to the Study of Publick Administration) menyatakan bahwa politik seharusnya tidak mencampuri administrasi, administrasi negara harus bersifat study ilmiah dan bersifat bebas nilai yang mempunyai misi efisiensi dan ekonomis.
                -    Perbedaan paradigma ini dengan yang lain bahwa paradigma ini menekankan pada lokus, tempat administrasi negara harus berada.
                -    Contohnya : Perumusan kebijakan pemerintah ada pada wakil rakyat, sedangkan pelaksanaannya ada pada birokrasi pemerintah.

        b.    -    Paradigma Prinsip-prinsip administrasi Negara (1927-1937)
                      Prinsip-prinsip administrasi adalah prinsip dalam arti yang sebenarnya, prinsip administrasi akan berlaku dalam setiap lingkungan administrasi tanpa memandang faktor budaya, fungsi, lingkungan, misi dan institusi serta prinsip-prinsip administrasi dapat diterapkan secara sukses dimana pun. Pada periode ini hadir Luther Gullik & Lyndall Urwick mempromosikan 7 prinsip aministrasi yaitu POSDCORB (planing, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting dan budgeting).
                -    Perbedaan paradigma ini dengan yang lain bahwa paradigma ini bersifat universal dan terdapat hierarkis pada organisasi serta menonjolkan fokus.
                -    Contohnya : Penegakan peraturan perundang-undangan.


        c.     -    Paradigma Administrasi Negara Sebagai Ilmu Politik (1950-1970)
                      Karena banyak terjadi kritik-kritik tajam pada masa itu maka administrasi negara mundur kedalam disiplin induknya yaitu ilmu politik, pengaruhnya berupa pembaharuan definisi lokus (tempat) yang ditimpakan pada birokrasi pemerintah tetapi dengan melepaskan hal-hal yang berkaitan dengan fokus (tujuan). Periode ini ditandai dengan penekanan lokus yaitu pada birokrasi pemerintah sedang tulisan-tulisan berusaha mengkaitkan administrasi dengan ilmu politik.
                -    Perbedaan paradigma ini dengan yang lain bahwa paradigma ini terdapat penekanan lokus (tempat) dan wilayah kepentingan atau sebagai sinonim ilmu politik.
                -    Contohnya : Administrasi pada Dewan Perwakilan Rakyat yang kental dipengaruhi partai politik.

        d.    -    Paradigma Administrasi Negara sebagai Ilmu Administrasi (1956-1970)
                      Pada paradigma ini lebih mementingkan fokus (tujuan) dari pada lokus (tempat) terlihat dari Istilah ilmu administrasi seharusnya diterjemahkan sebagai sesama studi di dalam teori organisasi dan ilmu manajemen. Ilmu manajemen yang lebih tertumpu pada hasil-hasil penelitian para ahli statistik, analisis sistem, ahli komputer, ekonom, dan ahli administrasi negara bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dari program-program secara lebih tepat dan efesien.
                -    Perbedaan paradigma ini dengan yang lain bahwa paradigma ini menekankan pada tujuan (fokus).
                -    Contohnya : Administrasi pada Perusahaan Swasta.

        e.    -    Paradigma Administrasi Negara sebagai Administrasi Negara (1970-sekarang)
                      Menurut Herbert Simon, ada 2 aspek yang perlu dikembangkan dalam disiplin administrasi negara adalah para ahli ilmu administrasi negara yang meminati pengembangan satu ilmu murni mengenai administrasi satu kelompok lebih besar yang meminati persoalan-persoalan mengenai kebijaksanaan-kebijaksanaan publik. Dari 2 aspek diatas terlihat kemajuan dalam teknik manajemen dan sedikit kemajuan dalam merencanakan lokus dari administrasi negara.
                -    Perbedaan paradigma ini dengan yang lain bahwa paradigma ini berusaha untuk mengaitkan antara fokus dan lokus dari administrasi negara.
                -    Contohnya : Administrasi Pemerintahan.


3.    Pendekatan Administrasi Negara Modern menurut Buechner :
        �    -    Pendekatan Tradisional
                      Dipengaruhi oleh 3 aspek yaitu :
                      a.  Pengaruh Ilmu Politik, yaitu adanya dikotomi antara administrasi dan pembuatan kebijaksanaan.
                      b.  Pandangan Rasional Mengenai administrasi, menekankan pentingnya pengembangan prinsip-prinsip administrasi yang memiliki kemudahan-kemudahan untuk diterapkan dimanapun dan mempunyai misi tercapainya efisiensi dan ekonomi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
                      c.   Gerakan Manajemen Ilmiah, merupakan simbol dari konsepsi efisiensi dan pendekatan ilmiah berkenyakinan bahwa analisis ilmiah akan mampu menemukan suatu cara yang paling baik untuk melaksanakan suatu kegiatan.


                -    Perbedaannya dengan pendekatan lain penekanan aspek tradisional dalam administrasi negara yaitu adanya faktor hubungan kerja, manusia, tempat kerja, hubungan organisasi, otoritas dan tanggung jawab dan pemanfaatan alat-alat secara efisien agar hubungan organisasi terjalin secara optimal.
                -    Contohnya : Pelaksanaan Peraturan Daerah.

        ‚    -    Pendekatan Perilaku
                      Pendekatan perilaku lebih memusatkan pada perhatian cara orang bertingkah laku dalam organisasi. Aspek perilaku dalam administrasi negara dapat didekati dengan dua cara yaitu :
                      a.  dengan menerima paham bahwa behaviorisme (paham perilaku)  muncul sebagai reaksi terhadap pendekatan tradisional, sehingga nilai ilmiah dari administrasi negara dapat ditingkatkan.
                      b.  mengganggap bahwa behaviorisme hanya merupakan pengembangan dari pendekatan tradisional, dengan kata lain, behaviorisme diterjemahkan sebagai satu pendekatan yang berorientasi pada pengembangan menajemen ilmiah agar manajemen menjadi lebih ilmiah.
                      Bagi administrasi negara pendekatan perilaku mendorong analisis yang intensif terhadap lingkungan internal, motivasi individu dan aspek informal.
                -    Perbedaannya dengan pendekatan lain memusatkan pada perhatian cara orang bertingkah laku dan faktor sosiologi dan psikologi merupakan kontribusi yang sangat penting.
                -    Contohnya : Administrasi pada Komunitas Masyarakat.

        ƒ    -    Pendekatan Pembuatan Keputusan
                      Pendekatan ini yakin bahwa tujuan dasar administrasi adalah mempermudah jalannya informasi, sehingga keputusan yang tepat dapat dibuat, karena itu pembuatan keputusan berkaitan erat dengan informasi, probabilitas dan hasil yang diharapkan dengan demikian pembuatan keputusan mencakup berbagai metodologi kuantitatif termasuk program linier, ekonometri , statistik, matematika dan kalkulus.
                -    Perbedaannya dengan pendekatan lain lebih pada pengembangan ilmu manajemen.
                -    Contohnya : Bursa efek.

        „    -    Pendekatan Ekologis
                      pendekatan ini dalam administrasi negara membahas hubungan organisasi dengan lingkungan eksternal dan internal serta dengan kekuatan-kekuatan yang menentukan perubahan interdependensi (saling ketergantungan). Pendekatan ini memusatkan perhatian pada kehidupan kolektif  dalam suatu himpunan, tidak dalam tindakan individual atau nilai perseorangan.
                -    Perbedaannya dengan pendekatan lain bertumpu pada hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya serta pendekatan ini bersifat elektris (campuran) yang didalamnya terdapat konsep dan pendekatan dari antropologi, sosiologi, sejarah dan ilmu-ilmu lainnya.
                -    Contohnya : Administrasi suku baduy

Artikel Terkait :



1 komentar:

Arsip Blog